Berita Keberlanjutan | Eropa & Amerika Utara
Pasar tas kertas ramah lingkungan global, yang bernilai USD 6,5 miliar pada tahun 2024, berada pada lintasan pertumbuhan yang kuat dan diproyeksikan mencapai USD 12,3 miliar pada tahun 2033 dengan CAGR sebesar 7,5%. Percepatan ini didorong oleh peraturan pengurangan plastik yang meluas di Uni Eropa, Inggris Raya, Kanada, dan sejumlah negara bagian AS yang terus bertambah.
Berdasarkan Peraturan Kemasan dan Limbah Kemasan Uni Eropa (PPWR) yang berlaku mulai tahun 2026, negara-negara anggota diwajibkan untuk mengurangi konsumsi kantong plastik ringan hingga kurang dari 40 kantong per kapita setiap tahunnya. Peritel dan merek merespons dengan cepat dengan mengadopsi alternatif kantong kertas ramah lingkungan yang memenuhi persyaratan peraturan dan harapan keberlanjutan konsumen.
Kantong kertas ramah lingkungan modern jauh melampaui sekadar kemampuan daur ulang dasar. Produk-produk unggulan kini memiliki lapisan yang dapat dikomposkan, tinta berbasis nabati, dan pegangan yang terbuat dari kapas organik atau kertas pintal daur ulang. Merek-merek seperti rumah mode mewah dan jaringan toko bahan makanan organik memimpin perubahan ini, mengkomunikasikan komitmen lingkungan mereka secara langsung melalui pilihan kemasan.
Para produsen yang berbasis di Asia—khususnya di Tiongkok—telah berinvestasi besar-besaran dalam teknologi produksi ramah lingkungan untuk memenuhi permintaan yang melonjak ini. Sertifikasi termasuk FSC, ISO 14001, dan OK Compost Industrial kini menjadi persyaratan standar yang dikutip oleh pembeli Eropa dalam spesifikasi pengadaan mereka.
Pembeli yang mencari pemasok tas kertas ramah lingkungan disarankan untuk memverifikasi sertifikasi pihak ketiga, meminta penilaian dampak lingkungan, dan mengevaluasi data daur ulang di akhir masa pakainya sebelum menyelesaikan kontrak pemasok.
Waktu posting: 01-Apr-2026


